Tugas Mandiri 13

 

Audit Energi Mandiri pada Fasilitas Produksi Sederhana

1. Deskripsi Fasilitas

Nama Tempat: Kantin Kampus
Jenis Produksi: Pengolahan makanan harian (nasi, lauk goreng, minuman panas)
Lokasi: Kantin Universitas Mercu Buana
Periode Observasi: 1 minggu
Catatan: Foto fasilitas dapat dilampirkan pada postingan blog.

Kantin ini melayani makan siang dan sore hari. Peralatan utama menggunakan listrik dan gas LPG. Observasi dilakukan untuk mengidentifikasi peralatan dengan konsumsi energi terbesar (energy hotspot).


2. Tabel Inventarisasi Peralatan & Data Pemakaian (1 Minggu)

NoPeralatanDaya / KonsumsiDurasi PakaiPerhitunganEnergi / Minggu
1Magic Com besar (mode warm)300 W12 jam/hari × 7 hari300×84/100025.2 kWh
2Kulkas 1 pintu120 W (rata-rata)24 jam/hari × 7 hari120×168/100020.16 kWh
3Dispenser air panas350 W5 jam/hari × 7 hari350×35/100012.25 kWh
4Rice cooker kecil400 W2 jam/hari × 7 hari400×14/10005.6 kWh
5Lampu & kipas (gabungan)150 W10 jam/hari × 7 hari150×70/100010.5 kWh
6Kompor gas LPG1 kg/hari7 hari7 kg × 46 MJ/kg322 MJ

Total listrik per minggu: 73.71 kWh
Catatan: Kompor gas dihitung terpisah dalam satuan MJ.


3. Identifikasi Konsumsi Tertinggi (Energy Hotspot)

Berdasarkan data listrik, Magic Com besar adalah pengonsumsi energi listrik tertinggi (25.2 kWh/minggu), disusul oleh kulkas (20.16 kWh/minggu).

Jika dibuat diagram lingkaran (pie chart), Magic Com akan menempati porsi terbesar konsumsi listrik mingguan, diikuti kulkas dan dispenser.


4. Analisis Temuan

a) Alat dengan konsumsi tertinggi

Magic Com besar (25.2 kWh/minggu).

b) Alasan konsumsi tinggi

  • Bukan karena dayanya paling besar, tetapi karena durasi pemakaian sangat lama (12 jam per hari dalam mode warm).

  • Mode pemanas aktif terus-menerus untuk menjaga nasi tetap hangat.

c) Emisi langsung

  • Magic Com tidak menghasilkan asap, tetapi menghasilkan panas dan menggunakan listrik yang secara tidak langsung tetap berkontribusi pada emisi dari pembangkit listrik.

  • Kompor gas menghasilkan emisi langsung, tetapi dari sisi energi listrik, Magic Com tetap menjadi hotspot.

d) Perbandingan “Daya Tinggi” vs “Konsumsi Tinggi”

  • Rice cooker kecil punya daya lebih besar (400 W) dari Magic Com (300 W), tetapi konsumsi energinya lebih kecil karena hanya dipakai 2 jam per hari.

  • Ini membuktikan bahwa durasi pemakaian lebih menentukan konsumsi energi total dibanding daya sesaat.


5. Usulan Perbaikan (Satu Ide Konkret)

Mengganti sistem penyimpanan nasi ke wadah termos nasi/insulasi panas setelah nasi matang.

Dengan cara ini:

  • Magic Com hanya dipakai saat memasak (±2 jam), bukan 12 jam.

  • Setelah matang, nasi dipindahkan ke termos nasi berinsulasi panas.

  • Magic Com bisa dimatikan, sehingga konsumsi energi bisa turun lebih dari 80% untuk alat ini.

Perkiraan penghematan:

  • Dari 25.2 kWh/minggu bisa turun menjadi sekitar 4–5 kWh/minggu.


6. Kesimpulan

Audit energi sederhana ini menunjukkan bahwa alat dengan konsumsi energi tertinggi tidak selalu yang paling besar dayanya, tetapi yang paling lama menyala. Dalam kasus kantin ini, Magic Com besar menjadi energy hotspot karena beroperasi dalam waktu yang sangat panjang. Dengan perubahan kecil pada cara kerja (menggunakan termos nasi), konsumsi energi dapat dikurangi secara signifikan tanpa menurunkan kualitas produksi atau pelayanan.


7. Catatan untuk Penyesuaian

  • Nama tempat dan data bisa diganti sesuai lokasi observasi kamu (bengkel, lab, usaha rumahan, dll).

  • Diagram pie chart bisa dibuat di Excel/Word dari data tabel lalu ditempel ke blog.

Comments

Popular Posts