Tugas Mandiri 12
Laporan Observasi Perilaku Konsumsi Tidak Berkelanjutan
A. Identitas Pengamatan
Nama Mahasiswa: Rizky Nur Fajri
NIM: 41624010022
Mata Kuliah: Ekologi Industri
Lokasi Pengamatan: Kantin Kampus
Tanggal & Waktu: 20 Desember 2025
Durasi Pengamatan: ±45 menit
B. Pendahuluan Singkat
Konsumsi tidak berkelanjutan merupakan salah satu penyumbang utama masalah lingkungan, terutama dalam bentuk peningkatan sampah, pemborosan sumber daya, dan emisi yang tidak perlu. Melalui kegiatan observasi ini, mahasiswa diajak untuk mengamati secara langsung perilaku konsumsi sehari-hari di lingkungan sekitar, khususnya di kantin kampus, guna mengidentifikasi praktik-praktik yang tidak ramah lingkungan serta memahami faktor-faktor yang melatarbelakanginya.
C. Hasil Observasi (Tabel Pengamatan)
| No | Perilaku Konsumsi Tidak Berkelanjutan (Deskripsi Singkat) | Frekuensi Kejadian | Dampak Negatif Utama |
|---|---|---|---|
| 1 | Membeli air mineral kemasan botol sekali pakai lalu langsung dibuang setelah diminum. | Sangat Sering | Penumpukan sampah plastik sekali pakai. |
| 2 | Membeli makanan take-away dengan 2–3 lapis kemasan plastik/styrofoam. | Sangat Sering | Sampah kemasan sulit terurai dan mencemari lingkungan. |
| 3 | Sisa makanan (nasi/lauk) dibuang karena porsi terlalu banyak atau tidak habis. | Sering | Pemborosan makanan dan sumber daya produksi. |
| 4 | Penggunaan sedotan plastik dan sendok plastik meskipun makan di tempat. | Sering | Penambahan sampah plastik kecil yang sulit didaur ulang. |
| 5 | Membeli minuman kemasan padahal tersedia galon/isi ulang di sekitar kampus. | Sering | Konsumsi plastik sekali pakai dan pemborosan sumber daya. |
D. Analisis Penyebab Utama
Dari hasil pengamatan, tiga perilaku yang paling sering terjadi adalah penggunaan botol plastik sekali pakai, penggunaan kemasan berlapis untuk makanan, dan pembelian minuman kemasan.
Faktor Kemudahan dan Kepraktisan
Konsumen cenderung memilih opsi yang paling praktis dan cepat, seperti membeli minuman kemasan atau makanan yang sudah dikemas, tanpa mempertimbangkan dampak lingkungannya.Kurangnya Fasilitas Alternatif
Minimnya tempat isi ulang air minum, kurangnya kantin yang menerima wadah bawa sendiri, serta tidak tersedianya sistem pemilahan sampah membuat konsumen tidak terdorong untuk berperilaku lebih berkelanjutan.Kebiasaan dan Budaya Konsumsi
Banyak mahasiswa sudah terbiasa menggunakan plastik sekali pakai dan membuang sisa makanan, sehingga perilaku ini dianggap normal dan tidak lagi dipertanyakan dampaknya.
E. Saran Solusi Praktis
Berikut tiga solusi yang dapat diterapkan untuk mengurangi konsumsi tidak berkelanjutan di kantin kampus:
Penyediaan Fasilitas Isi Ulang dan Insentif Wadah Bawa Sendiri
Kampus dapat menambah titik air minum isi ulang dan memberi potongan harga bagi mahasiswa yang membawa tumbler atau wadah makan sendiri.Pengurangan Plastik Sekali Pakai oleh Pengelola Kantin
Pengelola kantin dapat mengganti sedotan dan alat makan plastik dengan yang dapat digunakan ulang atau berbahan ramah lingkungan.Edukasi dan Kampanye Kesadaran Lingkungan
Melalui poster, media sosial kampus, atau kegiatan mahasiswa untuk mengingatkan bahwa kebiasaan kecil sehari-hari memiliki dampak besar bagi lingkungan.
F. Kesimpulan
Hasil observasi menunjukkan bahwa perilaku konsumsi tidak berkelanjutan masih sangat sering terjadi di lingkungan kantin kampus, terutama dalam bentuk penggunaan plastik sekali pakai dan pemborosan makanan. Masalah ini tidak hanya disebabkan oleh individu, tetapi juga oleh sistem dan fasilitas yang belum sepenuhnya mendukung perilaku berkelanjutan. Dengan kombinasi perbaikan fasilitas, kebijakan pengelola, dan peningkatan kesadaran mahasiswa, praktik konsumsi yang lebih ramah lingkungan sangat mungkin untuk diterapkan.
Comments
Post a Comment